Malam 28 maret
Aku dan si pemaaf
Aku dengan kekuatan wanita, mengeluarkan semua keegoisan perkataan dengan sesuka ku.
Menyemburkan ke wajah pemaaf tanpa rasa bersalah dan meninggikan martabat.
Kali pertama, membuat pemaaf jatuh dipelukan ku dengan air mata.
Air mata mahal pemaaf yang tak pernah ku sangka akan diteteskan ke wajahnya hanya untuk aku orang yang tidak menghargainya.
Pemaaf, aku seorang yang beruntung.
Aku beruntung bisa mengusap air mata berharga mu..
Betapa aku merasakan hal yang istimewa ketika aku mengusapnya dengan jemari ku sendiri.
Aku tak mau kita seperti ini terus, bisik pemaaf sambil terisak
Semakin aku menyadari arti pemaaf di hidup ku.
Hatiku hancur melihat cemasnya pikiran mu, dan paniknya hatimu
Pemaaf yang sabar
Pemaaf yang setia
Pemaaf yang penyayang
Terima kasih selalu membuka pintu maaf untuk aku si wanita keras kepala ini.
Sican