Minggu, 28 Maret 2021

PEMAAF

Malam 28 maret

Aku dan si pemaaf

Aku dengan kekuatan wanita, mengeluarkan semua keegoisan perkataan dengan sesuka ku. 

Menyemburkan ke wajah pemaaf tanpa rasa bersalah dan meninggikan martabat. 

Kali pertama, membuat pemaaf jatuh dipelukan ku dengan air mata. 

Air mata mahal pemaaf yang tak pernah ku sangka akan diteteskan ke wajahnya hanya untuk aku orang yang tidak menghargainya. 

Pemaaf, aku seorang yang beruntung. 

Aku beruntung bisa mengusap air mata berharga mu..

Betapa aku merasakan hal yang istimewa ketika aku mengusapnya dengan jemari ku sendiri. 

Aku tak mau kita seperti ini terus, bisik pemaaf sambil terisak

Semakin aku menyadari arti pemaaf di hidup ku. 

Hatiku hancur melihat cemasnya pikiran mu, dan paniknya hatimu 

Pemaaf yang sabar

Pemaaf yang setia

Pemaaf yang penyayang

Terima kasih selalu membuka pintu maaf untuk aku si wanita keras kepala ini. 


      

                                                                                                   Sican


                      

Rabu, 08 Mei 2019

KIAT-KIAT GURU UNTUK MEMPERTAHANKAN BAHASA INDONESIA BERKEDUDUKAN DI POSISI NOMOR SATU DIBANDING BAHASA ASING

1. Guru Sebagai Teladan
    Sebagai seorang guru yang memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai seorang pendidik dan merupakan tauladan. Memiliki tanggung jawab pula untuk menerapkan bahasa Indonesia dizaman Millenial saat ini. Dimana penggunaan bahasa Indonesia yang mulai dikikis karena pengaruh bahasa asing yang masuk ke Indonesia. menjadikan generasi muda Indonesia melupakan penggunaan bahasa indonesia yang baik dan benar.

2. Menanamkan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Persatuan
   Sebagai seorang guru yang patut diteladani seharusnya guru menanamkan pada siswa untuk mencintai bahasa Indonesia yang adalah Bahasa Persatuan bangsa indoenesia sendiri. dengan cara  memulai dari diri sendiri terlebih dahulu yaitu dengan menggunakan bahasa indonesia sesuai dengan kaidanya pada saat berada disekolah maupun luar sekolah.

3. Konsisten Menggunakan Bahasa Indonesia
    Sebagai seorang guru yang memiliki tanggung jawab menanamkan bahasa indonesia sebagai bahasa persatuan. sebagai seorang guru juga harus konsisten mempergunakan bahasa indonesia tidak ada dicampurkan dengan bahasa asing. agar para siswa dapat meniru dengan teladan yang sudah dilakukan seorang guru.

4. Konsisten Membuat Mata Pelajaran Indonesia
   seperti yang diketahui bahwa mata pelajaran Bahasa Indonesia telah ada dalam dunia pendidikan yang salah satu mata pelajaran yang diajarkan oleh para guru. tetapi bangsa Indoenesia bahkan guru sendiri belum mampu untuk konsisten membangun mata pelajaran Indonesia lebih baik lagi dari sebelumnya. sebagai seorang guru terkhusus guru bahasa Indonesia diharapkan mampu membuat mata pelajaran bahasa Indonesia ini dengan cara yang kreatif dan membangun rasa cinta terhadap bahasa persatuan. dan membuat mata pelajaran bahasa indonesia memiliki tambahan waktu pelajaran disetiap sekolah.

5.  Membuat Komunitas
     Sebagai seorang guru Bahasa Indonesia maupun jurusan bahasa Indonesia sebaiknya membuat suatu komunitas yang menunjukkan satunya pejuang bahasa Indonesia. dari sebuah komunitas yang dibangun dapat membuat suatu kelemahan yang terlihat selama ini menjadi kekuatan.

6. Gerakan Literasi Nasional
    Literasi adalah suatu kemampuan seseorang untuk menggunakan potensi dan keterampilan dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan aktivitas membaca dan menulis. jadi melalui Gerakan Literasi Nasional ini dapat menumbuhkan minat, bakat, dan cinta siswa terhadap bahasa indonesia misalnya dengan membaca, menulis buku atau pun tulisan yang berhubungan dengan bahasa indonesia sebelum masuk kedalam kelas dan memulai pelajaran sekitar kurang lebih 10 menit.

7. Lomba atau Audisi
    Sebagai seorang guru yang kreatif pasti dapat membuat suatu lomba atau audisi misalnya lomba membaca, membuat puisi, dll. guna untuk membangun rasa cinta para siswa terhadap bahasa Indonesia.

8. Pelatihan Bagi Guru-guru
   Dengan adanya pelatihan yang diselenggrakan dapat membuat spesialisasi jurusan kepada guru-guru. dikarenakan banyak sekali ditemui saat ini guru-guru mengajarkan mata pelajaran yang tidak merupakan spesialisasi jurusannya. jadi dengan adany pelatihan tersebut dapat melahirkan guru-guru yang bermutu tinggi.

Demikian kiat-kiat atau cara guru dalam menerapkan bahsa Indonesia agar tidak tergerus pada zaman millenial saat ini. semoga bermanfaat :)

Rabu, 24 April 2019

KAU SEBUT AKU WANITA

Dikuras perasaan..
Ada yang bilang cinta itu tidak saling menyakiti
Ada juga yang bilang cinta itu saling memahami
Ada yang bilang cinta itu saling percaya
Lalu letak kesalahannya
Mengapa masih saja ada perpisahan ???
Apa pakar cinta hanya omong kosong
Hanya rayuan dari bibir manis untuk bersama
Dimana katanya lelaki adalah pahlawan
Untuk menjaga si manis saja kau payah
Mau hidup bersama pula
Dari mana angan mu itu datang ?
Jangan mimpi disiang bolong
Kau pikir kami masih dijajah
Cerdas sudah cita-cita si manis
Tak lagi ingin patuh pada pesuruh
Kau pikir kaki ku tak bisa berjalan sendiri
Tangan ku tak bisa kerja sendiri
Aku dilahirkan untuk hidup mandiri
Jika takdir berkata aku masih bisa hidup sendiri
Sebagai tahtaku wanita pendiri
Sudah buang angan konyol mu.


                                                            Sican~

TERSESAT OLEH ANGAN

Terkapar ku ditengah gurun
Sendiri
Badan ku mengikuti hembusan angin kemana pun berhembus
Tak berdaya
Seakan tak ada harapan pulang
Tak tahu pula arah jalan pulang
Inikah hidup yang tersesat.
Aku pun mulai berhayal
Dengan tubuh yang terlentang ditanah
Menatap segumpalan Awan biru dan putih yang beradu tetapi satu itu.
Begitu tenang melihat perbedaan diatas sana kataku lembut dalam hati.
Dunia begitu indah dan kejam
Kau hanya perlu memilih
Untuk tetap bertahan atau berjuang ?
Itu berbeda.
Kau yang tahu.
Aku hanya pejuang mimpi, yang ingin merangkai mimpi-mimpi ku bersama mu.
     
     
                                                                 Sican ~

Senin, 26 November 2018

Contoh tulisan Esai


Novel Online Merasuk Generasi Muda
Pernahkan anda mendengar istilah generasi tunduk ?
Istilah tersebut sudah tidak asing lagi ditelinga.
Tentu. Smartphone sipelakunya.
Smartphone sendiri kini dapat disihir bagaikan komputer cilik yang dapat digunakan dan dibawa kemanapun. Melihat generasi muda zaman sekarang mulai dari anak sekolah masa kini menghabiskan waktunya hanya untuk tunduk dan menggenggam smartphonenya selama lebih dari 10 jam seminggu dan 56% menghabiskan waktunya disosial media.
‌Anak muda sekarang ogah pegang buku. Apalagi bawa buku kemana-mana. Kalau kata anak zaman now "Gak zaman kelezz"
Mereka beranggapan buku itu gak praktis dan instan. Bahkan karenanya peminat-peminat sastra sungguh sangat berkurang diera milenial saat ini, terlebih penggemar novel. Entah apa yang terjadi pada anak zaman sekarang, benar berbeda sekali pada tahun 90-an. Dimana buku layaknya sebagai Tuhan bagi kami. Karena dari buku banyak mendapatkan ilmu dan pengetahuan.
Siapa yang harus disalahkan jika sudah begini ?
Korbannya adalah guru. Guru yang mengajar dan mendidik generasi muda saat ini banyak  menghadapi tantangan pembelajaran yang harus relevan dengan siswa. Peran teknologi yang dapat mengalihkan perhatian. Generasi milenial terlalu banyak bekerja. Beberapa generasi milenial cenderung banyak yang putus bersekolah. Apabila pendidikan formal tidak menarik milenial beralih pada kelompok yang memberikan pendidikan keterampilan.
Kenapa anak zaman sekarang begitu dibius segala yang berbau online menjadi peralihan teknologi dari baca buku cetak menjadi baca buku online ?
Saya pernah mendengar percakapan beberapa siswa dipinggir jalan yang mengatakan masa remaja adalah masa pencarian jati diri.  Generasi milenial adalah generasi yang mudah baper (bawa perasaan) dan narsis. Perkembangan teknologi saat ini sangat cepat dikamar melalui media sosial yang berkembang pesat. Memanfaatkan aplikasi seperti line, Instagram, dan akun lainnya mereka kreatif memasarkan sekaligus menyediakan buku dengan kemasan yang menarik, elegan, dan menjual. Baik dari segi konten, ketersediaan, harganya, dan banyak kemudahan. Kecanggihan smartphone membuat generasi muda lebih memilih untuk terus memainkan smartphone dibandingkan harus membaca buku. Buku seharga Rp 40.000,00 dianggap lebih mahal dibandingkan untuk membeli paket data seharga Rp 60.000,00. Lebih memilih paket dari pada membeli buku.
Ancaman Era MEA yang menjadi pemicu untuk menjadi pribadi yang cerdas dengan gemar membaca buku justru menjadi tidak berarti. Karena mereka juga dituntut untuk terus berkembang. Apabila tidak berkembang maka akan ketinggalan banyak hal.
Semua kembali pada masing-masing individu untuk memilih membaca buku cetak atau membaca online.
Sastra seharusnya menjadi bagian dan gaya hidup remaja karena sastra seharusnya menjadi bagiannya dan hidup nyata dan kehidupan sehari-hari dengan segala tetek bengkel persoalannya yang minyak cengeng, menyebalkan, dan tidak mutu. Gaya hidup remaja dan media yang berkembang saat ini menjadikan peminat sastra novel khususnya dan juga buku lainnya menjadi semakin berkurang.
Peralihan teknologi dan baca buku cetak hingga buku online pada generasi muda menjadikan minat baca sastra menurun sungguh menyedihkan.
Menarik sekali perbincangan bersama senja disore itu. Sekarang rasanya saya semakin mencintai dia.

Minggu, 21 Oktober 2018

Mawar dibulan Oktober

Mawar.....
Tadi pagi aku bertemu dengan si tangguh
Dia memiliki tatapan yang lembut dan tenang
Garis dipipi yang membentuk senyum itu
Berbeda dengan yang lainnya
Mawar.....
Kamu tak boleh layu lagi
Yang baik akan menghampirimu
Tapi jangan lukai dia dengan duri yang kau punya
Mawar.....
Sudah seminggu kita bersama
Jadi apa rencana kita ??
Bawalah mawar itu
Jadikan dia sebagai teman hidupmu
Yang dapat menghiasi setiap harimu

Senin, 08 Oktober 2018

CONTOH TULISAN PERSUASIF (TUGAS 3)

Tulisan Persuasif

          Tulisan Persuasif adalah tulisan yang berupaya untuk mempengaruhi atau menyakinkan orang lain agar mau melakukan atau bertindak sesuai dengan yang diinginkan penulis. Paragraf persuasif adalah salah satu jenis karangan atau tulisan yang bertujuan untuk mempengaruhi pembaca. Dalam tulisan atau karangan Persuasif biasanya menggunakan kalimat-kalimat yang sifatnya mengajak atau memengaruhi pembaca agar bersikap atau melakukan sesuatu.
Jenis paragraf Persuasif antara lain :
1. Paragraf Persuasi Politik.
2. Paragraf Persuasif Pendidikan
3. Paragraf Persuasif Advertensi
4. Paragraf Persuasif Propoganda
Berikut contoh paragraf Persuasif.

   Mari Budayakan Keterampilan Menulis

           Menulis merupakan suatu kegiatan menciptakan sebuah tulisan menjadi sebuah catatan atau sebuah informasi. Dalam kegiatan menulis kita menggunakan aksara (simbol visual yang tertera ada kertas) . Menulis dapat dilakukan pada kertas dengan menggunakan alat seperti pena atau pensil. Saat ini sebuah karya tulisan sudah dapat disalurkan atau diterbitkan diberbagai macam media.
Dengan menulis kita dapat menambah pengetahuan dan wawasan semakin luas. Manfaat lainnya dari menulis adalah meringankan beban pikiran, karena kegiatan menulis menjadi alat untuk seseorang menuangkan perasaan yang sedang dialaminya. Manfaat lainnya dapat menyegarkan otak agar dapat tenang.
Oleh karena itu, marilah menciptakan budaya keterampilan menulis. Anak kecil, remaja, dan orang dewasa dapat melakukan keterampilan menulis untuk mewujudkan generasi-generasi yang cermat.