Terkapar ku ditengah gurun
Sendiri
Badan ku mengikuti hembusan angin kemana pun berhembus
Tak berdaya
Seakan tak ada harapan pulang
Tak tahu pula arah jalan pulang
Inikah hidup yang tersesat.
Aku pun mulai berhayal
Dengan tubuh yang terlentang ditanah
Menatap segumpalan Awan biru dan putih yang beradu tetapi satu itu.
Begitu tenang melihat perbedaan diatas sana kataku lembut dalam hati.
Dunia begitu indah dan kejam
Kau hanya perlu memilih
Untuk tetap bertahan atau berjuang ?
Itu berbeda.
Kau yang tahu.
Aku hanya pejuang mimpi, yang ingin merangkai mimpi-mimpi ku bersama mu.
Sican ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar